Pikiran lantas buncah saat raut wajahmu dalam tafakurku terekam dimalam sesunyi ini...
Menghancurkan benteng kokoh kejemawaan yang tertanam di otakku...
Aku tak berdaya...
Bayangmu yang menyapa mencelat jiwa...
Menjerembapkan ku masuk dalam lobang yang hampa...
Kehampahan yang kian mencucuk perih dihatiku...
Sungguh...
Aku sungguh bodoh, menghilangkan sosokmu jauh dariku...
Maapkan aku...
Kembalilah dihidupku...
Jadilah angin dan arahkan langkahku...
Dini hari, 6/9/10
faq
Tidak ada komentar:
Posting Komentar