Perlahan tapi pasti...
Mengorek dan menggali isi yang terkandung...
Dan, akhirnya kutemukan...
Meski sedikit, namun itu berarti...



Penggemar Inggris pantas bersedih menyusul kekalahan telak Three Lions 1-4 atas Der Panzer Jerman pada laga perdelapan final yang berlangsung di Stadion Free State, Bloemfontein, Arika Selatan, Minggu (27/6/10). Kekalahan ini memupuskan dukungan suporter Inggris di Piala Dunia sekaligus menjadi tiket untuk kembali ke tanah Britania.
Padahal, jutaan pendukung Inggris berharap laga tersebut akan menjadi momentum luar biasa setelah pertemuan Inggris kontra Jerman Barat di semi-final Piala Dunia 1990 yang berlangsung di Italia. Hal tersebut juga menjadi harapan dari pangeran Harry. “Kami berharap Inggris dapat mengalahkan Jerman karena hal ini terkait dengan sejarah masa lalu,” kata putera mendiang puteri Diana ini.
Disisi lain kemenangan Panser dianggap sebagai balas dendam atas kekalahan Jerman pada final Piala Dunia 1966. Kala itu, Pasukan Inggris berhasil menenggelamkan Jerman 4-2.
SUMBER: Tribunnews dan Kompas.com

Piala Dunia 2010 yang berlangsung di Afrika Selatan benar-benar menyita banyak perhatian dari warga dunia. Hal ini juga dapat terlihat dari penggunaan situs jejaring sosial yang saat ini terus dipadati penggunanya untuk memberikan status terbaru atau sekedar mengomentari status mengenai seluk-beluk Piala Dunia.
Salah satu jejaring sosial tersebut ialah Twitter. Mikroblogging asal San Francisco, Amerika Serikat tersebut bahkan menunjukkannya dominasinya dalam pagelaran sepak bola empat tahunan itu. Saking dipenuhi dengan status terbaru dan komentar, Twitter kerap overload.
“Twitter is over capacity. Please wait a moment and try again” (Twitter kelebihan kapasitas. Silahkan tunggu beberapa saat dan coba kembali).
Meningkatnya penggunaan Twitter seiring terjadinya gol di setiap pertandingan. Selain itu, pertandingan yang dilakoni tim papan atas juga memicu lonjakan tersebut. Pengguna Twitter terus-menerus melaporkan jalannya pertandingan.
Jepang Tertinggi
Jepang memuncaki peringkat atas sebagai pengguna Twitter tertinggi pada kancah Piala Dunia. Hal ini bukanlah sebuah kejutan, pasalnya Twitter memang sangat terkenal di negeri matahari terbit tersebut. Terutama sejak Twitter dapat di akses melalui mobile.
Berdasarkan laporan Associated Press, 16,3 persen pengguna internet di Jepang merupakan pengguna Twitter. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat yang hanya melibatkan 9,8 pengguna Twitter.
Jejaring sosial tersebut mencatat setidaknya hampir delapan juta tweets atau sekitar 12 persen dari data global datang dari Jepang. Situs analisa Tweet Sentiments menunjukkan bahwa masyarakat Jepang lebih sering memperbaharui Twitter dibanding Amerika Serikat.
Melihat fenomena tersebut, perusahan pengelola twitter mengaku bahwa bulan Juni merupakan bulan yang sangat terburuk bagi mereka sejak Oktober 2009. Twitter kini sedang mengupayakan dengan merencanakan tindakan perawatan untuk mengakomodasi peningkatan.
"Kami memiliki solusi jangka panjang yang saat ini sedang kami kerjakan. Namun, untuk sementara kami membuat penambahan secara singkat untuk meningkatkan kapasitas dan menghindari kelebihan kapasitas selama Piala Dunia 2010," tulis Twitter pada blog resminya.
SUMBER: Tribunnews
Mungkin anda sering mengamati tradisi para pesebak bola seusai melakoni laga sarat emosi. Tradisi ini pula yang kini tersaji di pagelaran piala dunia 2010 Afrika selatan. Mereka sejenak melupakan hasil dan menutupnya dengan bertukar kaos.
Berdasarkan catatan FIFA, tradisi ini bermula pada tahun 1931, kala itu tim Les Blues Prancis yang menang 5-2 atas Inggris meminta kaos para pemain Three Lions. Pada saat itu hal ini dianggap fenomenal di kancah sepak bola.
Tradisi itupun diikuti legenda sepak bola Brazil Pele yang bertukar kaos dengan salah satu legenda Inggris Bobby Moore pada gelaran yang mempertemukan Brazil dan Inggris di tahun 1970. Lalu apa yang menyebabkan para gladiator dunia sepak bola mau bertukar kaos? Padahal, jika kita bayangkan keringat telah terkandung di dalamnya.
Hal ini merupakan bentuk sportivitas pemain setelah berhadapan selama 90 menit di lapangan. Bertukar kaos juga merupakan salah satu cara untuk menunjukkan rasa hormat di antara pemain. Selain itu, hal ini menunjukkan sikap ksatria pemain yang mau menerima kekalahan timnya.
Namun, selain rasa sportivitas banyak faktor yang menyebabkan pemain ingin bertukar kaos dengan pemain tim lawan. Salah satunya ialah ketenaran seorang pemain yang dihadapinya. Tanpa rasa malu pemain meminta kaos dari bintang sepak bola yang cukup terkenal.
Bahkan, saat bermain untuk New York Cosmos, Pele menyiapkan 25 sampai 30 kaos untuk mengakomodasi permintaan pertukaran kaos pemain lawan.
SUMBER: Tribunnews